Engkau melayap di tengah malam
Meraup harta dari jalanan
Jika setiap mengadu semakin diadu
Jadi domba berselimut madu
Memang manis
Memang gurih
Dengan potongan tipis mengembang-mengempis
Hati terasa pahit tak digubris
Sampai kapan hidup merana di rana warna yang kelam?
Kenapa tidak mencoba menyalakan lampu atau bangun di pagi hari yang cerah?
Biar embun menyapu dosamu
Meredakan api hawa nafsumu
Pelayat telah menunggu di rumahmu
Bersiap mengadukan ibadahmu
Hingga nanti terbangun di hari tanpa malam
Kau akan mendapatkan segalanya
Jalanan itu takkan kau lihat lagi
Kasur butut tempatmu bergelutpun raib
Akan nyatakan segala ibadahmu di malam hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar