Rabu, 15 Agustus 2012

Aku (Jika Menjadi Aku)


Terlalu sering aku mengaku-aku, sudah saatnya aku berujar sebagai aku, maka hayati aku yang kali ini.

Aku akan sangat jujur pada aku-mu.

Aku bukanlah makhluk dingin, aku tak terlalu suka darah dalam daging yang kumakan.

Aku juga bukan makhluk panas, aku biasa menyeduh cokelat sebelum tidur.

Aku bukanlah makhluk terang, aku lebih suka menatap bulan dalam kesendirian.

Akupun bukan makhluk gelap, aku selalu butuh cahaya penuntun saat berjalan.

Aku bukanlah makhluk keras, aku bertutur dengan badan menunduk sambil tersenyum.

Dan aku bukan makhluk halus, aku bisa tergerak saat tersentuh.

Aku selalu bermimpi, bagiku hidup ini memang mimpi, kenyataannya adalah aku yang selalu sedang bermimpi.

Aku terus berpikir untuk aku, aku-mu, dan aku-aku yang lain, meski tak selalu harus berdarah.

Kadang aku bergejolak, beradu dengan aku-aku yang lain, tapi aku tidak akan selalu, aku selalu berusaha selalu bernafas untuk aku-mu dan aku-aku mereka.

Soal kepercayaanku, aku percaya aku tak abadi, bahkan dalam keabadian aku tak mungkin abadi. Tinggal bagaimana membuat hidup ini berarti.

Hubunganku dengan penciptaku?
Itu bukan urusan aku yang lain, bahkan aku-mu.
Aku memilih bungkam saat ditanya hal itu.
Aku lebih dekat dengan-Nya dalam urusanku.

Senin, 06 Agustus 2012

Masih Tujuh Tahun Lagi

Masih tujuh tahun lagi,
Saat anakmu mungkin sudah dua,
Saat kau sudah resmi jadi pengacara atau jaksa,
Saat kusadari kau cinta terindah.

Masih tujuh tahun lagi,
Saat giliranku menafkahi,
Saat keponakanku mungkun sudah delapan atau sembilan,
Saat aku menemukan tambatan hati.

Masih tujuh tahun lagi,
Saat aku bertemu denganmu,
Saat canggung menyapu rindu,
Saat dilema menerpa haru lembutmu.

Masih tujuh tahun lagi,
Saat Kau dipertemukan denganku,
Saat semua menjadi kepasrahan,
Saat mimbar dan lambaian gaun mesrah.

Sepertiku (Jika Menjadi Aku)


Aku melihatmu seperti melirikmu,
Aku mengataimu seperti mengutukmu,
Aku memperlakukanmu seperti membencimu,
Aku memimpikanmu seperti mendendammu.

Itulah aku,
Aku seperti aku,
Saat aku seperti aku,
Seperti aku yang aku-aku,
Seperti aku yang kuaku,
Seperti seperti aku yang aku,
Seperti aku yang seperti aku,
Seperti aku yang seperti kuaku.

Seperti itulah hanya seperti,
Seperti itulah, Sayang.

Defisitku (Jika Menjadi Aku)


Sadarlah,
Kita masih dalam masa integral,
Bahkan menyentuh marjinal terasa tak mungkin,
Jika masih tampak rupamu, ini akan semakin terjal.

Defisit!
Beberapa saat lagi akan melilit.
Ini semakin sulit,
Karna mereka pelit,
Mereka sengaja buat kita pailit,
Hingga tak mampu lagi berkelit.

Dengar anjing menggonggong,
Berarti sudah manjing,
Jangan makan lagi, bodong!
Seperti maling mencuri guci kosong.
Kau wartakan gonjang-ganjing pada selongsong.

Jika mau seperti yang kemarin hiduplah dalam mimpi!
Seperti kan hanya seperti,
Seperti yang tertulis sebelum ini.