Petang menyambar kulitku
Aku duduk menanti kabar baik
Tiba-tiba tersirat di antara bayang-bayang kebesaran
Menunduk malu melewati lorong kecil istanaku
Peri kecil cantik yang menyembunyikan aurora di balik wajahnya
Aku menanti saat yang tepat
Kabarkan kepada angin malam
Kepada tuhan
Aku menginginkanmu
Bibirku kaku
Dadaku melantunkan melodi kisah cinta dengan ketukan 4/4
Lirik-lirik lembut mengalir dalam angan menjebloskan aku dalam penjara imaji
Meruntuhkan semua perih
Para penghulu malaikat menatapku keji
Aku melihat potongan-potongan sayapku di balik tubuhku
Aku tak pantas lagi menyandang nama besar kerajaan matahari
Butuh seumur hidup untuk mekar kembali
Hanya
Dengan kelemahan aku menyayangimu
Dengan kerendahan aku mengharapkanmu
Dengan harapan aku mencintaimu
Takkan mampu mengimbangimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar