Senin, 06 Februari 2012

Puisi (3)

Menyulam dalam masa pembelajaran
Bertemu di setiap kesempatan
Dia mengalir di depan dua mata
Menimbulkan rintihan sambil meronta
Kau lihat itu sebagai tanda

Hanya Ada Satu

Mata-mata sahabat
Menyela takdir yang tertulis indah
Persaudaraan tak diberi tahu olehnya
Hingga mencari ke rana warna
Kau rasa itu bangga

Tak peduli harus menanti zaman
Yang kian lama kian mencekam
Semakin tertanam dan bertunas
Untuk mencari sebersit sinar
Kau tiup kesedihan mereka

Sebagai saudara hanya bisa memberi pilihan
Meskipun akhirnya tak dihiraukan
Selama itu bisa menjadi kebahagiaan
Menarilah sehingga kau lepas

Mungkin memang hanya satu
Atau ada seribu kupu-kupu lepas di taman
Namun memang hanya satu
Pilihan tak mungkin salah

Jika sulit kau pahami arti kataku
Cobalah bertanya pada hatimu
Hanya satu yang ku mau
Suatu saat kita menari dengan tertawa lepas
Di bawah pelangi kejayaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar